Jumat, 04 Januari 2013

Hijauan Pakan Ternak sebagai Sumber Energi dan Protein

Berdasarkan kandungan serat kasarnya, bahan makanan ternak dapat dibagi ke dalam dua golongan yaitu hijauan dan bahan penguat (konsentrat). Hijauan yang biasa digunakan sebagai pakan pada usaha peternakan rakyat di pedesaan adalah rumput lapangan dan limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami sorghum, daun ubi jalar, daun ubi kayu, dan pucuk tebu. Sedangkan, pakan penguat yang biasa digunakan antara lain jagung, dedak halus, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa, dan lain-lain.
Ada 6 (enam) golongan gizi yang terdapat dalam pakan ternak, yaitu: air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Gizi itu menjadi sumber energi bagi ternak. Unsur penting dari pakan sebagai energi untuk kehidupan ternak diperoleh dari: 23,5% karbohidrat, 53% lemak, dan 23,5% protein.

Bagi ternak ruminansia, hijauan yang menjadi pakan utamanya bisa  sebagai sumber energi dan protein.  Rumput-rumputan merupakan hijauan sebagai sumber energi bagi ternak, sedangkan hijauan dari golongan polong-polongan (leguminosa) dapat menjadi sumber protein bagi ternak.
Berikut ini beberapa jenis rumput yang umum digunakan peternak. Pertama, Guinea grass, green panic (Panicum Maximum Jacq) yang dikenal dengan nama rumput benggala atau suket londo. Rumput ini berasal dari Afrika dan tersebar ke Asia, Australia, dan Eropa. Rumput yang memiliki palatabilitas yang sangat baik ini memiliki protein kasar yang bervariasi antara 4-14% dan serat kasar sekitar 28-36%. Kandungan pospor dalam rumput ini umumnya sudah mencukupi kebutuhan ruminansia.
Rumput Benggala dapat membentuk rumpun dengan tinggi mencapai 1,25 m tergantung varietasnya. Rumput ini cocok untuk dataran rendah dan dataran tinggi (1.700 m dpl) dengan curah hujan 600-1.800 mm/th. Pada ketinggian di atas 1.400 m dpl, rumput ini tidak dapat berbunga.
Namun, jenis ini masih dapat tumbuh pada tanah dengan solum tipis dan berbatu, tahan terhadap naungan dan kekeringan serta dapat tumbuh baik pada pH tanah 5-8. Hijauan segar ini bisa mencapai 100-150 t/ha/th. Dengan produksi berat segar 100 sampai 150 ton/ha/th (satu kali pemotongan interval 45 hari adalah 12.5-18.75 ton) berarti dapat mencukupi kebutuhan ternak sebanyak kurang lebih 9-13 ekor sapi dengan berat badan 300 kg.
Budidaya jenis ini dapat dilakukan dengan biji dan pols, bisa juga dengan stek batang. Jarak tanam 60 x 60 m atau disesuaikan dengan kondisi tanah. Pemanenan pertama umur 90 hari setelah tanam. Interval panen pada musim hujan 30-40 hari dan musim kemarau 50-60 hari. Tinggi pemotongan sebaiknya 5-10 cm dari permukaan tanah. (http://tabloidsinartani.com/hijauan-pakan-ternak-sebagai-sumber-energi-dan-protein.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar